Friday, December 7, 2012

PENGENALAN GIS (Geographical Information System)

Dalam berbagai literatur SIG dianggap sebagai hasil dari perpaduan antara sistem komputer untuk bidang kartografi (Computer Aided Cartography) dengan teknologi base abstracts (database):

1. Pengorganisasian abstracts dan informasi
2. Menempatkan informasi pada tempat tertentu
3. Melakukan komputasi, memberikan ilustrasi keterhubungan satu sama lainnya
(koneksi) beserta analisa-analisa spasial lainnya

Berikut beberapa pengertian SIG yang telah beredar di berbagai pustaka:

1. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memanipulsi abstracts geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk :
a. Akuisisi dan verifikasi data
b. Kompilasi data
c. Penyimpan data
d. Perubahan dan afterlight data
e. Manajemen dan pertukaran data
f. Manipulasi data
g. Pemanggilan dan presentasi data
h. Analisa data (Bern, 1992, dalam Prahasta, 2001).



2. SIG adalah kumpulan yang teroganisir dari perangkat keras komputer, perangkat
lunak, abstracts geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk
memperoleh, menyimpan, mengupadate, memanipulasi, menganalisis, menampilkan
semua bentuk informasi yang bereferensi geografis (ESRI, 1990).

3. SIG adalah sistem yang berbasiskan komputer yang digunakan untuk menyimpan dan
memanipulasi informasi-informasi geografis. SIG dirancang untuk mengumpulkan,
menyimpan dan menganalisis objek-objek dan fenomena dimana lokasi geografi
merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis (Aronoff,
1989).

4. SIG adalah suatu fasilitas untuk mempersiapkan, mempresentasikan dan
menginpresentasikan fakta-fakta (kenyataan) yang terdapat dipermukaan
bumi(definisi umum). Untuk definisi yang lebih sempit, SIG adalah konfigurasi
perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang secara khusus di rancang untuk
proses-proses akusisi, pengelolaan dan penggunaan abstracts kartografi [Tomlin90].

5. SIG adalah sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan abstracts yang
tereferensi secara spasial atau koordinat geografi. Dengankata lain, SIG
merupakan sistem basisdata dengan kemampuan-kemampuan khusus dalam menangani
data yang tereferensi secara spasial, selain merupakan sekumpulan operasi-
operasi yang dikenakan terhadap abstracts tersebut [Star90]




Subsistem Sistem Informasi Geografis (SIG)
Menurut Prahasta (2001), subsistem-subsistem dari Sistem Informasi Geografis adalah sebagai berikut:
1. Abstracts input
Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan abstracts spasial dan data atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggungjawab dalam mengkonversi atau mentransformasi format-format abstracts aslinya ke dalam format yang dapat digunakan SIG.
2. Abstracts output
Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy.
3. Abstracts manajemen
Subsistem ini mengorganisasi baik abstracts spasial maupun abstracts atribut ke dalam sebuah abstracts sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipanggil, di-update dan di-edit.
4. Abstracts abetment dan analysis
Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan abstracts untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.


Komponen Sistem Informasi Geografis (SIG)
SIG merupakan sistem kompleks yang biasanya terintegrasi dengan lingkungan sistem-sistem komputer lain ditingkat fungsional dan jaringan. Sistem SIG terdiri dari komponen berikut (Gistut, 1994 dalam Prahasta, 2001):
1. Perangkat keras: Terdiri dari PC desktop, workstation, hingga multiuser host yang dapat digunakan secara bersamaan, harder disk, dan mempunyai kapasitas memori (RAM) yang besar
2. Perangkat lunak: bila dipandang dari sisi lain, SIG juga merupakan sistem perangkat lunak yang tersusun secara modular dimana base abstracts memegang peranan kunci.
3. Abstracts dan Informasi Geografi: SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan abstracts dan informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan cara mengimportnya dari perangkat-perangkat lunak SIG yang lain maupun secara langsung dengan cara mendijitasi abstracts spasialnya dari peta dan memasukkan abstracts atributnya dari tabel-tabel dan laporan dengan menggunakan keyboard.
4. Manajemen: suatu proyek SIG akan berhasil jika diatur dengan baik dan dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan.

source :
http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/pengenalan-gis.html

No comments:

Post a Comment